Bayani Amri Putri Blog's

Bayani Amri Putri Blog's

Selasa, 15 April 2014

Sahabat atau Cinta?






Sahabat adalah seseorang yang selalu ada disaat kita butuh. Seseorang yang selalu menemani kita saat kita sedih, ataupun saat kita bahagia. Kita selalu mengungkapkan sesluruh isi hati kita kepadanya untuk sekedar curhat masalah yang sepele ataupun curhat masalah hati yang paling serius. Sahabat rasanya memang tak pernah tidur, setiap waktu kita butuh dia selalu ada.
Kita harusnya bersyukur bila kita masih punya sahabat. Tapi terkadang ada saatnya kita juga harus saling memahami perasaan satu sama lain. Ketika kita sedang sedih ternyata sahabat kita juga sedih, hendaknya kita saling menghibur satu sama lain. Itulah gunanya seorang sahabat. Sahabat yang abadi, adalah sahabat yang selalu ada, selalu hadir, selalu bersama kita saat suka dan duka. Kecerian yang didapatkan bersama adalah kecerian semuanya, kesediahan yang dilanda juga adalah kesedihan bersama. Ketika kita punya sesuatu rasanya tak pernah sungkan untuk berbagi dengan sahabat. 
“Kita bersama untuk selamanya” semboyan yang selalu diteriakan saat satu sama lain bersedih, ataupun bahagia.
Semua adalah rangkaian indah sebuah perjalanan menuju pintu kebahagian sesungguhnya, tetapi jika pada perjalanan menuju pintu tersebut timbul benih-benih asmara yang dinamakan “CINTA” maka suatu keputusan harus diputuskan.
Memilih untuk bersama selamanya sebagai seorang sahabat yang saling menyayangi sehidup semati untuk selalu berbagi atau memilih untuk membangun jembatan cinta menuju pintu kebahagian yang tak pasti. “CINTA” bagi sebagianorang mengatakan kalau cinta itu indah, rasanya dunia milik berdua, setiap tidur selalu ada namanya, setiap makan terbayang selalu wajahnya. Tetapi tidakkah disadari mengapa orang bias jatuh cinta karena sebelumnya sahabat. Bila ada pepatah jawa mengatakan “tresno jalaran soko kulino” yang berarti cinta ada karena terbiasa. Mungkin masuk akal jika dari sahabat kemudian menjadi cinta eperti lirik lagu ZIGAZ. Tapi yang terpenting adalah bagaimana membangun kebahagian dengan cinta yang sesungguhnya tanpa mengorbankan sesuatu untuk jadi tumbalnya. “.LOVE would win because friendship LOST” itu adalah kalimat dari sesorang yang telah kehilangan cinta dan persahabatan. Dalam hubungan percintaanpun seseorang harus rela mengorbankan perasaannya untuk kebahagian orang yang dicintainya walau dirinya sendiri harus menderita. Aku kurang setuju dengan pernyataan ini.  Tapi yang jelas bila cinta itu dynamis selalu berubah-ubah tapi sahabat selamnya tak akan penah berubah.
“LOVE or FRENDSHIP” choose your choice!

Cerpen : GALAU


Cerpen: Galau 

Tag : Romance, Sad, Teenager
By. Bayani Amri Putri STKIP MPL

Ahhh, dua kata yang pastinya bikin galau. Ya, jatuh cinta…
Tak banyak kisah yang akan ku bagikan kali ini. Hanya sebuah kisah sederhana yang belum pernah aku jalani dan sekarang aku lumayan nyaman dengan kehidupan itu walaupun sedikit risih dan terkadang masih belum sepenuhnya menikmatinya. Tapi, its okay semua berjalan lancar dan tak ada masalah.
Hai, namaku Atisha Salma Fadilla biasa di panggil Tisha atau Sasha. Aku adalah seorang putri tunggal dari kedua orang tua yang sempurna. Tak kekurangan satu apapun mungkin kurang saudara. Ya, namanya juga anak tunggal. Menjalani hidup dari kecil sampai dengan usia remaja tanpa punya seorang kakak atau adik benar-benar membuatku merasa kesepian. Walaupun kedua orangtuaku selalu memenuhi apa yang ku minta.
Menginjak masa SMA aku mulai membuka diri untuk dunia luar. Tahukah mengapa? Itu semua karena  sejak kecil sampai SMP aku selalu dalam pengawasan orangtua yang membuat merasa aku seperti di penjara saja. Bayangkan, sepuluh menit sebelum bell pulang berbunyi sudah ada yang menanti di depan gerbang. Alhasil, jangankan ke mall, sekedar minum es di warung pinggiran bersama-sama teman-teman juga tak pernah kesampaian. Sejak aku menginjak masa SMA kedua orangtuaku mulai sibuk degan bisnis konveksinya yang mulai berkembang pesat. Sehingga aku sering menghabiskan waktuku untuk berkumpul dengan teman-teman. Sekedar jajan-jajan kecil di kaki lima atau main ke mall buat sekedar action buat upload foto via facebook. Semakin aku sering pergi bersama teman-teman dan juga aktif dalam kegiatan keorganisasian maka tidak heran jika aku mulai punya banyak teman mulai dari yang kategori teman-teman yang berkacamata yaitu biasanya teman-teman dari komunitas pecinta buku atau biasa ketemu di perpustakaann, kemudian dari teman-teman aktif di organisasi, dan juga ekstrakurikuler seperti komunitas bahasa Asing, Badminton, Basket dan juga Buletin. Ya, aku jadi punya banyak teman, hampir dari type anak-anak aku punya teman yang seperti itu.
Dari semua teman-teman itu aku punya seorang teman special lebih tepatnya teman tapi mesra. Ya, itu karena aku masih belum boleh untuk pacaran. Dia merupakan ketua Ekstrakurikuler Seni Rupa. Namanya Dion, dia seorang seniman terhebat menurutku, karena karya-karyanya sungguh luar biasa. Dion lebih suka kepada seni lukis lebih spesfiknya seni gravity dan seni gambar tubuh, tattoo. Hampir setiap sabtu sore aku selalu menemaninya melukis gravity ke berbagai tempat. Melihatnya melukis dengan indah membuat terkagum-kagum, coretan-coretan cat yang sempurna.
Seperti biasa, sabtu sore tepat pukul 15.00 WIB lebih awal dari biasanya dia mengajakku ke suatu tempat untuk melukis katanya. Okelah, aku ikut saja. Ketika tiba di lokasi aku baru menyadari bahwa itu adalah tempat ia kos. Dia mengajakku masuk ke kamar kos nya. Ketika baru membuka pintu sedikit aku mengintip ke dalam. Terlihat kamar kos itu tak terlihat barang-barang, seperti lemari, kasur atau yang lainnya. Yang kulihat hanyalah tumpukan kardus berisi aneka ragam cat dan beberapa kuas serta alat-alat lukis lainnya. Aku masuk ke dalam sembari melihat-lihat sekitar yang belum sempat ku lihat. Dion mengambil kursi untuk aku duduk dan juga mengambil dua botol minuman soda dari dalam kulkas yang ada di belakang. Sambil menyodorkan minum aku sempat bertanya padanya.
“kenapa kamu bawa aku ke sini?”
“hmmm, emang kenapa? Gak suka kalo aku ngajak kamu main ke kosan aku. Gak aku apa-aain kali. Santai aja lah. Bawa enjoy aja” jawab dia santai.
Sebenarnya aku merasa senang karena dia membawaku ke tempat dia tinggal, setidaknya aku merupakan salah satu orang yang special bagi dia.
“ehmmm, truss, kita mau ngapain?”
“mau ngelukis donk”
“tapi, gak biasanya kamu ngelukis disini”
“ehmmm, karena ada yang special yang mau aku tunjukinn ke kamu”
“ahhh, gomballll”
“tunggu aja. Mending sekarang kamu duduk manis sambil temenin aku ngelukis gravity”
“baiklah, aku akan jadi patung patung maneqien disini”
Dia mulai mengambil pencil dan membuat pola-pola ringan di tembok bercat putih. Sekilas dari pola yang kulihat sepertinya dia akan menggambar sebuah objek hidup. Ini tak seperti biasanya, karena yang ku tahu dari seringnya aku temani dia melukis adalah dia lebih senang menggambar objek-objek abstrak. Tapi sudahlah, mungkin karena dia bilang special. Lima belas menit dia selesai membuat pola kemudian langsung mencampurkan beberapa warna dan mulai menggoreskan kuasnya. Karena saat itu aku hanya duduk dan tak ada yang bias aku lakukan maka hawa mengantuk mulai menyerang. Alhasil belum juga tiga puluh menit aku menemani dia melukis aku sudah tertidur pulas di kursi.
Dari dalam tidurku kudengar ada yang memanggil-manggil namaku.
“Tisha… tisha… tisha…. Ayo bangun!” suara seseorang yang kukenal. Benar saja, Dion membangunkanku.
Aku masih belum sepenuhnya sadar dari bangunku. Mataku masih sipit, sambil mengucek-kucek mata yang memang saat itu rasanya aku masih ingin melanjutkan tidur. Tapi kucoba untuk melebarkan mataku. Aku melihat Dion hanya dengan mengenakan kolor pendek Spiderman dan juga singlet putih yang sudah terciprat cat dan juga kulihat wajah dan sekujur tubuhnya tak luput dari coretan-coretan bekas cipratan cat.
“hai tuan putri, apakah tuan putri sudah bangun?” dengan nada mengejek.
Aku memang paling susah untuk bangun tidur, dengan gayanya yang mengejekku aku memukul nya.
“ahhhh,….”
“abisnya susah banget dibangunin, sebenarnya udah mau aku bangunin dari maghrib tadi tapi liat kamu tidur lelap banget jadi gak tega mau bangunin”
“maghrib? Ini jam berapa sekarang?” sembari aku tengak-tengok ke atas melihat jam dinding.
 Tapi ketika mataku sibuk menjadi jam dinding aku dikejutkan dengan hasil lukisannya. Terlihat sosok seorang perempuan yang duduk dan tertidur pulas. Tapi dari gambar itu sepertinya ini bukan pola yang kulihat tadi. Dan tanpa kusadari ternyata perempuan yang ada dalam lukisan itu adalah aku. Ya, benar sekali aku. Aku yang tertidur tadi.
“itu siapa? Rasanya seperti kenal?”
“ahhh, kamu tak mungkin mengenalnya. Dia tidak disini sekarang. Aku yakin kamu tidak tahu dia. Dia tinggal jauh”
“maksud kamu? Dia bukan aku” tanyaku kepedeean”
“kamu? Mana mungkin. Lihat saja, wajahnya lebih cantik, kulitnya pasti lebih halus dan matanya lebih indah”
“sudahlah, aku mau pulang! Sudah malam kan?” kataku sambil menahan r           asa malu jika memang benar kalo dilukisan itu ternyata bukan diriku.
“kamu yakin nggak mau tahu siapa dia? Tinggal dimana dan seberapa special dia di hatiku. Bukankah kamu adalah sahabat dekat yang siap untuk mendengarkan curhatku” jawabnya meyakinkanku.
“tapi ini sudah malam. Lanjutkan saja besok atau kamu cari sahabat lain yang mendengarkan curhatmu. Aku bukan dokter cinta yang bisa dimintai saran atau sekedar konsultasi seputar cinta cinta dan cinta” jawabku dengan nada sedikit culas..
“dia tinggalnya jauh di dalam lubuk hatiku. Dia orang yang paling special dalam hidupku. Dia adalah orang yang kucintai saat ini dan saat nanti. Dia adalah orang yang selalu menemani setiap laraku. Dan dia adalah satu-satunya wanita yang mampu menakhlukan hatiku yang beku sekian lama. Dan dia adalah orang yang ada di depan saat ini aku berpijak” ungkapnya tegas.
Rasanya waktu aku seperti kehilangan kesadaranku. Aku diam, tak ada satu pun kata yang mampu ku ucap saat itu. Hatiku bergetar hebat, seakan darah tak mengalir, jantung berhenti berdetak dan waktu seakan berhenti. Tak lama kemudian ada butir-butir air mata mulai menjatuhkan diri ke pipi. Tanpa mengedipkan mata, buitran-butiran itu semakin deras sampai tak sadar jika ada sentuhan tangan halus yang mengusap pipiku.
“hey, are you okay?”
Tak langsung basa-basi, langsung aku memeluknya erat. Dia pun membalasnya dengan mendekap hangat tubuhku sambil membelai rambutku. Aku menangis semakin kencang hingga tak kusadari singlet yang dipakainya pun basah akan airmataku. Entah apa yang aku rasakan saat itu, bahagia, shock, terharu dlll. Semua menjadi satu yang tak terungkapkan oleh kata-kata.
“would you be my girlfriend from now and until the end?”
Kalimat itu seakan menjadi mantra terdasyat. Mulutku tetap terbungkam dan suara sesunggukan juga masih terdengar. Tapi kucoba dan kuberanikan diriku untuk menjawab pertanyaan itu. Tapi lagi-lagi aku masih belum sanggup untuk mengatakan sesuatu. Kutatap matanya tajam, terlihat bayang-bayang karena mataku masih dipenuhi bulir-bulir airmata. Dia mengapus air mataku dan dengan yakin aku menganggukkan kepalaku berulang kali dan langsung memeluknya kembali.
“thanks god!” dua kata yang terucap dari mulutnya
###
Sejak peristiwa itu aku resmi berpacaran dengan Dion. Saat itu kita sama-sama berada di kelas tiga dan tak sampai tiga bulan lagi kita sudah lulus. Hari kelulusan pun datang. Seperti tradisi yang sudah-sudah, coret-coret seragam putih abu-abu. Yaaa, kami sudah lulus. Dan siap untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Tapi, ini justru masa tergalau buatku. Karena ternyata Ayah Bunda menyuruhku untuk meneruskan study ke luar kota yaitu di Bandung. Aku benar-benar galau dengan semua itu. Di satu sisi aku ingin mengejar cita-citaku dan juga membahagiakan kedua orangtuaku yang notabene aku adalah putri tunggal mereka tapi di satu sisi aku juga harus meninggalkan cintaku, Dion. Ini begitu membingungkan. Jika harus meneruskan study ke bandung maka aku akan jadi anak kos atau tinggal bersama tanteku yang ada disna. Hidup tanpa ayah Bunda dan pastinya tanpa Dion. Aku harus benar-benar hidup sendiri. Tapi, jika aku tetap bertahan bagaimana dengan cita-citaku menjadi seorang designer terkenal dan juga harapan yang digantungkan kepadaku oleh kedua orangtuaku. Ini semua membuatku bimbang, dilemma dan galau pastinya.
Kamis siang setelah hari senin lalu acara perpisahan di laksanakan, ku beranikan diriku mengunjungi Dion di tempat kos-nya. Aku ingin berbagi kegalauan yang ku rasakan kepadanya. Aku ketuk pintu kamarnya dan seorang pria yang memenangkan hatiku muncul dengan semyum sumringah karena terkejut akan kedatanganku.
Ku awali permbicaraanku dengan obrolan basa-basi sebagai pembuka pembicaraan yang sebenarnya.
“hmmmmm, bagaimana denganmu? Kemana kau akan melanjutkan study mu?” tanyaku basa-basi.
“study? Buat apa? Yang di dapat hanya sebuah gelar yang gak penting. Dan aku gak tahu mau di kemanakan itu ijazah nantinya” jawabnya sepele.
“tapi setidaknya kamu bisa ambil bagian design seni arsitek atau juga bidang-bidang seni lainnya” jawaku menyakinkan.
“ada apa denganmu? Tidak biasanya kamu tidak menghargai keputusanku. Aku sudah putuskan ini sejak lama. Jadi, jangan khawatirkan aku. Aku bias hidup tanpa harus hidup dengan gelar-gelar rendahan seperti itu”jawabnya.
“tapi setidaknya dengan gelar yang kau dapat, hidupmu akan jauh lebih baik lagi dari sekarang dan juga dengan ……” kataku terpotong.
“sudah cukup, aku tahu maksudmu datang kemari. Jika itu memang tujuanmu lebih baik pulang saja. Itu sudah menjadi keputusanku dan kuharap kamu mengerti akan keputusanku itu. Mengerti?” dengan nada sedikit membentak.
Mendengar kata-katanya aku benar-benar tak yakin jika yang berada di depanku saat ini adalah Dion. Orang yang ku cintai. Aku seperti melihat orang lain dalam dirinya, sama sekali bukan dia. Aku shock ketika mendengar kata-kata yang menurutku sedikit membentak dengan nada agak tinggi. Dan saat itu Dion menjawab pertanyaanku sembari menghisap rokok. Benar-benar bukan dion yang ku kenal. Dion yang ku tahu tidakkenal dengan barag yang namanya rokok. Karena saat itu aku merasa hatiku sedikit tersakiti oleh kata-kaanya. Tak menunggu lama, langsung saja ku ambil tasku dan aku bergegas pergi tanpa meninggalkan sepatah katapun, dan berlari secepatnya. Dion sama sekali tak mengejarku ataupun menahanku untuk tetap tinggal.  Hari itu adalah hari paling menyakitkan semenjak aku menjalin hubungan dengannya. Padahal, maksud kedatanganku saat itu adalah ingin berbagi kegalauan dan juga sekaligus memberi ucapan selamat tinggal. Tapi apalah daya. Satu minggu handphoneku tak ada satupun pesan ataupun miscall dari Dion. Ini membuatku semakin yakin akan keputusanku pergi. Hari itu adalah hari senin dan pada hari rabu aku harus sudah berangkat ke Bandung. Hari-hari terakhirku semakin galau, bagaimana tidak. Tak kurang dari tiga puluh jam lagi aku akan meninggalkan kota ini, kota penuh kenangan antara aku dan Dion tapi tanda-tanda Dion akan menghubungiku atau mengunjungiku tak ada. Untuk mengatasi kegalauanku kuputuskan untuk pergi keluar, berjalan-jalan sebentar menikmati kota yang akan kutingggalan untuk beberapa waktu.
Aku pergi ke taman kota, aku duduk di bawah pepohonan rindang. Tidak lupa ku pasang hadphone di telingaku sembari mendengarkan lagu-lagu kenanganku dan Dion. Tak sadar dalam lamunanku terbesit pertanyaan-pertanyaan.
Sebenarnya, bagaimana dengan hubungan ini. Mengapa dia tak jua menemuiku atau sekedar bertanya bagaimana keadaanku. Apakah dia sudah tak mencintaiku lagi atau dia sudah punya wanita special lain dihatinya. Entahlah, pertanyaan-pertanyaan itu semakin membuatku gila. Kupejamkan mataku dan kusandarkan tubuhku pada kusri taman. Sedang asyik-asyiknya mendengarkan music, tiba-tiba ku sadari ada sesorang yang menghampiriku. Duduk di sebelahku dan mencoba mendekatiku. Belum sempat untuk membuka mata melihat siapa dia, sebuah ciuman mendarat di keningku. Karena terkejut aku mendorong tubuh seseorang itu. Dan ternyata dia adalah Dion. Orang yang menghilang selama beberapa minggu terakhir… orang yang membuatku hampir gila, orang yang membuatku hampir kehilangan akal sehatku dan tentunya orang yang hampir membuatku frustasi.
“Maaf” satu kata yang terucap dari mulutnya.
“untuk?” jawabku pura-pura tak mengerti maksudnya.
“mungkin aku terlalu egois sehingga aku juga tak memikirkan perasaanmu. Maaf untuk semua itu. Sedikitpun tak terbesit dalam fikirku untuk membuatmu terluka atau tersakiti atas sikapku kemarin ”
Aku diam. Bukan karena aku masih marah akan sikapnya tapi karena aku bingung dengan apa yang akan aku jawab.
“apa kamu masih marah?” Tanya Dion lagi.
Aku menggeleng dengan kepala masih menunduk. Dion meraih daguku dan mengarahkan wajahku ke hadapannya. Matanya menatapku tajam, seolah tak memberiku kesempatan untuk bernafas. Tubuhku gemetaran, bingung, mataku berkaca-kaca. Mengisyaratkan bahwa aku juga memang masih mencintainya dan aku juga belum sanggup jika harus berpisah.
Di tengah kegalauanku saat itu, Dion memberanikan diri menggenggam tanganku erat. Memeluk tubuhku hangat sambil membelai rambutku. Dion mencoba untuk meyakinku kembali akan perasaannya. Aku yang masih bingung dan bimbang saat itu hanya diam dan menikmati setiap perlakuan Dion padaku.
“apa yang akan kau janjikan padaku jika kamu masih ingin bersamaku/”
“janji? Janjiku hanya satu. Mencintaimu dengan sepenuh hatiku dan untuk selamanya” jawabnya dengan nada sedikit gombal.
Mendengar jawabannya, jujur bukan air mata yang ingin membrontak keluar tapi justru tawa-tawa kecil karena geli mendengar dia menggombal.
Tiba-tiba, dalam suasana yang masih indah itu, Dion memberikan sebuah surat. Ku perhatikan surat itu dengan seksama. Kulihat ujung tangannya, seperti tak ada keraguan di hatinya untuk memberikan itu. Ku ambil pelan, dan ku tarik nafasku perlahan. Penasaran dengan isinya, langsung saja ku baca. Mataku langsung tertuju langsung pada kata “Dion Wardana Adiputera” dan “LULUS”. Air mataku tak sanggup menahan perasaan yang saat ini ku rasakan. Ternyata tima minggu terakhir, Dion berjuang untuk ikut seleksi Mandiri di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Dan dia berhasil masuk di jurusan Art & Design.
“What do you think?” satu pertanyaan yang keluar dari mulutnya.
“Are you kidding me?” aku justru berbalik tanya.
“No, it’s real. Just for you. I love you”
“I love yoo, too” jawabku singkat.
            Hari itu adalah hari yang paling indah dari seluruh hari. Akhirnya kami pun sama-sama berangkat ke Bandung untuk meneruskan study dan tentunya untuk meneruskan kisah cinta kita yang sejati.
-----------------------------------end…………..

.

Sabtu, 18 Januari 2014

FENOMENA CABE-CABEAN
“Gadis Cabe-cabean Lebih Parah dari Kimcil”

Okey, gak ntau kenapa pas buka blog kok tiba-tiba pengen update tentang "cabe-cabean". Mungkin karena jujur saya juga barusan denger beberapa waktu terakhir. 

Mengenai fenemona cabe-cabean sih gue gak terlalu asing sama mereka. cuma istilah ini baru gue denger.

kalo disuruh liat anak-anak ABG ini sih aku sering liat terutama di sekitaran rumah. karena kebetulan di area persawahan itu jalan n ya bagus dan juga sepi. jadi sering banget di jadiin ajang balap liar dan juga buat para abg yang mojok gratis.

untuk melihat seperti apa definisi dan juga cabe-cabean, berikut ada artikel copas dari web sebelah.

silahkan di baca !!! 

fenomena " cabe - cabean "

menurut gue jaman udah makin kacau aja yah, gue gak ngerti ? jangan tanya gue oke. sebelum ke cabe cabean gue pengen kasih tau dulu ke lo semua, sebelum kata cabe cabean ini fenomenal udah pernah ada yang fenomenal duluan kalian tau apa " ALAY " waktu gua SD belum ada nih kata kata ALAY , gak ada , jaman jaman gua SMA aja baru muncul kata alay , gue gak tau siapa yang mencetuskan kata ALAY pertama kali , sampe bumingnya keteraluan gitu . gak tau gue siapa pencetus alay pertama kali. jadi kalian gak usah tanya gue.
sesudah kata alay, jaman sekarang banget ini, di masa perkuliahan gue, gue diperkenalkan dengan kata " CABE CABEAN " beuuhhh akhir akhir lagi heboh banget sama kata " cabe cabean " , sumpah gue gak ngerti banget apa itu maksud dari kata cabe cabean . why cabe ? kenapa gak terong terongan, timun timunan, lengkoas lengkoasan, KENAPA HARUS CABE ??KENAPA ??

jadi gini awal mula pertama gue denger kata "cabe cabean" itu di kelas, waktu gue lagi kuliah, waktu temen gue ka anis nyeplos gitu " ahh lu jangan pada kayak cabe cabean dah" , gue bingung dong, gue bukan anak gaul yang tau semua kostak kata atau artian artian gue ini cupu, you know ? , ya otomatis gue langsung tanya " hahaha cabe cabean apa'an si ka ?" dia cuma nyengir, ya karna menurut gue kata cabe cabean itu gak penting untuk gue tau artinya, yaudah gue abaikan, tapi keesokan harinya kata " cabe cabean " diucapkan lagi dan lagi, itu ngebuat gue semakin kepo apa'an si cabe cabean ?? akhirnya gue nanya ama temen sekelas gue yang gaulnya bagus ketimbang gue sebut saja putri .
" put, cabe cabean apa'an si ? "
" itu loh jeng anak anak cewe genit jaman sekarang "
langsung aja gue " oohhhh cewe genit, yaelah dasar cabe cabean"
semenjak itu hari gue berubah, gue jadi lebih dermawan karna tiap hari gue #prayforcabecabean << hesteknya @young_lexx :)) ditambah lagi setiap hari gue makin kepo sama anak cabe cabean. anak twitter pun sering menyebut kata " hahaha kayak cabe cabean jaman sekarang luh " atau seperti twitt dibawah pict ini :

akhirnya gue menemukan pencerahan gue di pertemukan dengan videonya bang @Young_Lexx di youtube , asli gua ngakak liatnya . sekarang gue ngerti cabe cabean itu yang kayak gimana.

|| dari tadi ngomongin kata cabe cabean mulu, jadi sebenernya cabe cabean itu kayak gimana si jeng ??? ||

iya santai dong ini baru mau gue bahas. gue ngereview lah yah bisa dibilang dari videonya bang @Young_Lexx , disini akan gue jelasin 5 kategori cabe cabean . langsung aja cekidottt>>>>


1. biasanya cabe cabean itu cewek pake BEHEL
gue gak tau yah behel ini kan udah tenar dari gue masih duduk di bangku SMA kelas 2, sekarang gue udah kuliah walaupun baru semester 1 , fenomena behel masih saja di sangkut sangkutkan, dulu katanya " yang pake behel ALAY ", berrevormasi menjadi " yang pake behel GAUL " eh sekarang " yang pake BEHEL cabe cabean " , iya si emang pake behel mending kenapa gitu giginya. ya ini CUMA BUAT GAYA DOANG, mana pasang behelnya bukan di dokter gigi, malah sangkin ngebetnya dia beli behel yang 35 50 han. jadi gue SETUJU aja cewek pake behel buat gaya gayaan masuk ke kategori pertama cabe cabean.
2. biasanya cabe cabean itu kalo malem minggu make up, udah make up abis abisan ujung ujungnya BELI BUBLE , haduh pliss deh beli buble aja pake make up , orang mah kalo pake make up mau ke kondangan, moll.  haduh plis deh kalo mau beli buble itu gak usah pake make up, kalo beli buble aja pake make up itu FIX FIX FIX cabe cabean.

3. biasanya cabe cabean itu BONCENG 3, celana pendek ( celama gemes ) , malah pernah gue liat bonceng 4 dempet dempetan kaya rantang, eh tapi bentar DULU yah DULU banget sebelum ada kata ALAY sama CABE CABEAN gue sering loh bonceng 4 kalo mau silatuhrami kerumah sodara-sodara gue selalu ceng'4 : bokap gue, nyokap gue, adek gue, dan gue . sorry bro dulu gue belom punya mobil jadi kendaraan paling berkeluarga yaitu motor dan DULUnya gue belom bisa naek motor, jadi FIX kalo itu bukan termasuk cabe cabean . lo tau lah yang dimaksud cabe cabean bonceng 3 itu gimana. 

4. cabe cabean biasanya kalo malam minggu pacaran di jembatan flay over men , itu parah, gue gak ngerti kenapa mereka pacaran di atas gembatan gitu, padahal kan mereka pacaran bisa , nonton bioskop, makan , maen bowling, maen timezone .gue gak ngerti kenapa mereka pacaran di jembatan kayak gitu antara gak punya duit atau irit atau apalah gue gak tau. 
gini nih cabe cabean :))
5. cabe cabean itu gak terima keadaan , dan semua berubah semenjak adanya kamera 360 , pertemanan jadi rusak , misal lo temenan gitu yah di facebook atau di twitter atau di sosial media lainnya, avatarnya cakep gilak, kecee gilak eh pas ketemuan lo dapet ZONK , jadi itu semacam penipuan , penipuan foto, kata bang yonglex juga seharus itu di masukan ke pasal penipuan foto . itu parah, pertemanan jadi rusak kacau balau.  semua menjadi indah karena efek kamera 360 .

oke segitu dulu pembahasan gue tentang cabe cabean, udah pada ngertikan cabe cabean itu yang kayak gimana , dan kategorinya kayak apa.OKE segitu aja kategori kategori cabe cabean, karna gue takut blog gue kepanjangan jadi nantinya takut gak bisa di publish :D sebenernya ada 10 yah kategori cabe cabean ala bang yong lexx itu , kalo kalian mau liat lebih jelasnya bisa tonton video di bawah ini. ini videonya bang @young_lexx yang ngebahas tentang cabe cabean seperti yang gue bilang diatas .
 

nah, itu tadi artikel dari blog sebelah.
cukup sekian dari gue,
oya, terakhir gue mungkin mau kasih saran buat remaja-remaja Indonesia nih ya.
saran gue, loe-loe orang cukup jadi remaja yang normal aja deh, atau remaja pada umumnya yang masih tetap menjujung tinggi norma-norma agama dan juga norma sosial.
negera ini udah gak ada agenerasi tua yang patutu di contoh. ex.para petinggi negara yang pada korup.
so, kalian para abg, tolong jangan kecewakan negeri ini ke depan nya.
hehehe, wkwkwkwkwkwkkwwk
ok. dah gitu doank. thanks
dari gue, Bayani Amri Putri ......
 

Jumat, 05 April 2013

Pesona Sawah Wates Pringsewu dan Jangung Bakar


Pesona Sawah WAtes Pringsewu dan JAngung Bakar
Pringsewu memang baru beberapa tahun resmi manjadi kabupaten baru dimana sebelumnya masih bergabung dengan kabupaten Tanggamus. Tetapi kota kecil ini mampu menghadirkan suasana yang berbeda dengan lainnya. Memang, Pringsewu tak punya Pantai untuk masyarakatnya berlibur, atau bahkan Gunung untuk mendaki, tetapi Pringsewu punya banyak tempat yang asyik untuk dikunjungi. Dan tempat-tempat tersebut cukup asyik untuk hanya sekedar berfoto atau hanya sebangai tempat nongkrong bersama teman-teman. Seperti salah satu tempat ini.
Banyak nama yang orang beri pada tempat ini. Ada yang menyebut tempat ini “Sawahan Wates” ada yang bilang “Pertanian”, dsb. Yang jelas, tempat ini cukup asyik untuk dikunjungi. Tidak ada yang menarik sebenarnya. Hanya sebuah hamparan pematang sawah di kelilingi perbukitan-perbukitan dan juga jejeran warung-warung kaki lima. tapi, entah mengapa tempat tersebut menyimpan eksotisme tersendiri. Bayak yang berkunjung dengan berbagai tujuan. Seperti sekedar nongkrong bersama teman-teman melepas penat, atau mungkin sebagai ajang cari pacar, ketemuan dengan someone, atau untuk JJs [di baca; jalan-jalan sore]  semata. Meskipun hanya sebuah hamparan area persawahan, tempat ini cukup ramai di kunjungi.  Terbukti dengan banyaknya para pedagang Jagung bakar yang selalu stand by mulai jam empat sore hingga larut malam.








Nah, dengan segala pesonanya kami pun tak mau kalah dengan orang-orang. Kami mencoba ke tempat tersebut selepas pulang kuliah. Meskipun tujuan utamanya adalah hanya untuk berfoto dengan background natural frame yang indah untuk sekedar upload di facebook. Ya, itulah sebenarnya tujuan kami sembari melepas penat setelah seharian bergulat dengan Structure, Reading, Speaking, dll……
Inilah beberapa moment-moment kami saat makan jagung dan berfoto bersama di area persawahan wates pringsewu. ….
Bagi kalian yang tertarik untuk mengujungi tempat ini, silahkan datang. Bsia ajak pacar bagi yg punya pacar, teman atau saudara bahkan ayah ibu kakek nenek pun juga bias diajak.
Dan juga ditambah lagi dengan selesainya proyek gapura Pringsewu yang tentunya menambah keindahan area persawahan ini sebagai tempat yang wajib untuk dikunjungi di pringsewu…..

MASTAMA STKIP MPL 2012



Kisah ini berawal saat masa-masa indah PRODIKTI dan MASTAMAH, atau bisa dibilang seperti OSPEK dan sejenisnya. Kami masih mengingat dengan jelas masa-masa itu. Masa dimana kami sebelumnya tak pernah saling mengenal dan akhirnya dipertemukan dan menjadi sahabat-sahabat terbaik.
Pertemuan dan perkenalan yang benar-benar baru, dimana kami menjadi sebuah keluarga baru di lingkungan baru pula. Ya, itu adalah hal terindah karena akhirnya kami resmi menyandang gelar sebagai seorang “MAHASISWA”. Sebuah prestise kami raih  gelar itu.
Di masa-masa ini kita bias liat bagaimana wajah-wajah kita dulu pas pertama kali jadi mahasiswa pakai baju putih hitam lengkap dengan dasi bak Sales lagi keliling atau ibu-ibu PKK lagi pada lomba masak. Wkwkwkwkwkwkw ….
Tapi memang itulah yang tergambar di masa itu ….
Ayo ingat lagi yang ini ….













Nah, gimana pas liat foto-fotonya. Lucu ya….
Dan gak nyangka sekarang kita semua benar-benar menjadi keluarga di STKIP MPL…
Semoga ini akan tetap berlanjut sampai kita tak lagi berada di STKIP MPL…



Rabu, 03 April 2013

OBRAS; Outbond with HIMBAS STKIP MPL




Begini……
Salah satu kegiatan yang pernah kita lakukan selama kami di STKIP MPL adalah OUTBOND bareng HIMBAS. Sebuah kegiatan outbond yang dilaksanakan oleh salah satu UKM di STKIP MPL. Kegiatan ini mengikutsertakan seluruh mahasiwa semester satu di jurusan Bahasa dan Seni. Langsung saja ke ceritanya …..







Sebelumnya, kami mendapat surat edaran dari kakak tingkat tentang kegiatan ini. Di situ tertera rincian kegiatan dan juga biaya. …
Tidak semua dari ikut dalam kegiatan tersebut. Beberapa ada yang tidak bisa hadir karena ada urusan keluarga bagi yang sudah berkeluarga, ada yang sakit dan tidak bias ikut, ada yang karena males mengikuti kegiatan-kegiatan yang ckup extreme dan berbgai alas an lainnya.

 Pagi pukul 07.00 WIB kami yang mengikuti kegiatan tersbut harus sudah berkumpul di halaman kampus tercinta kami STKIP MPL untuk persiapan keberangkatan dan juga sebelumnya di awali dengan UPACARA keberangkatan. Seperti biasa, jam Indonesia yang karet lagi-lagi membuat Upacara sedikit terlambat dan juga kendaraaan transportasi menuju ke tempat outbond yang belum juga tiba.
…
Upacara keberangkatan dimulai, beberapa peserta masih kelihatan sibuk membenahi perlengkapan dan beberapa masih sibuk lari-lari karena terlambat datang, hmmmmm,,,, pemandangan yang sudah biasa….
Tidak kurang dari setengan jam upacra keberangkatan itu selesai, ditutup dengan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan peserta dibarengi salam dan tepuk tangan…



 
Matahari mulai bangun, dan kami masih terdampar di halaman STIKP MPL karena masih menunggu Mobil yang akan mengangkut kami. Sembari makan snack yang diberikan orlah panitia kamipun makan cemilan sembari ngobrol ngalor-ngidul…
Mobil yang ditunggu pun tiba, dan kami bergegas masuk mobil sesuai dengan kelas kita masing-masing.
Suusana yang benar-benar tak tertuga dan tak terbayangkan, ,mengapa?
Karena kami semua di angkut menggunakan Mobil truk. Oh my GOD…….
Tapi tak apalah, bukan OUTBONd namanya jika tidak ada ha,l-hal yang Seru.



 
 Kami menuju tempat kami OUTBOND, tepatnya di daerah BRONJONG, WAY LIMA PESAWARAN.
Sebuah daerah perkebunan karet dengan sungai yang membelah perkebunan dengan batu-batuan yang eksotis dan juga air yang jernih di tambah lagi dengan panorama kaki gunung yang menambah keeksotisan tempat ini.
Sebelumnya kami dikumpulkan di sebuah tanah rumput hijau lapang untuk briefing kemudian dilanjutkan dengan penampilan-penampilan unjuk kreasi dariberbagai kelas. Sebagai salah satu dari unjuk kreasi kami menampilkan sebuah musikalisasi puisi yang dibawakan oleh salah seorang teman kami dan juga pengikut-pengikutnya di belakangnya… wkwkwkwkwkkww
Setelah ajang unjuk kresi itu selesai maka tiba pula ISHOMA. Setelah selesai menunaikan ibdadah sholat Dzuhur dan juga makan siang maka outbond yang sesungguhnya dimulai. Dimulai dengan pembagian kelompok-kelompok kecil untuk didampingin dengan mentor menuju lokasi rute-rute outbond. Setelah pembagian kelompok tersebut, kami didampingi kakak tingkat untuk membuat suatu yel-yel dan lain sebagainya…






Rute-rrute outbond pun di mulai…
Beberapa dari kami terpisah karena berbeda kelompok, tapi tak menjadi masalah buat kami.
Dari semua rute yang ada, rute yang paling menjengkelkan adalah dimana kita harus nyebur bak bebek lagi mandi di kali. Iuuuuuuhhhhhhh……… itu bĂȘte abis….
Kami dimarah-marahin gitu kayak pas lagi OSPEK sama kakak tingkatnya…
Tapi setelah itu penderitaaan berakhir dengan beberapa games kecil dan lain sebagainya….
Akhir dari kegiatan tersebut adalah pengumuman dan pembagian hadiah bagi kelompok-kelompok yang terbaik dalam kegitan tersebut,. Seperti kelompok terheboh, kelompok teramai, kelompok terkompak dan sebagianya.
Tepat pukul enam kurang sepuluh menit, mobil Helikoptruk kami menjemput dan kami pulang kerumah masing-masing dengan oleh-oleh rasa lalah dan letih…..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….. ???????